Pengusaha kawakan, Faizal Motik demen ama kalkun

Masih saja berhubungan dengan kalkun, menyiratkan keunikan tersendiri dan keanehan-keanehan yang terjadi dibalik pemeliharaan hewaan unggas raksasa tersebut. Kisah pertama, masih ingatkah anda dengan tulisan yang saya posting kalkun terbang duluan dan mendahului saya ke Bandara Sepinggan, Balikpapan. Kali ini saya akan share kejadian unik, yang kejadian itu sebenarnya sangat malu saya share namun demi memotivasi para shobat kalkuner saya akan ceritakan.

Kejadian itu sekitar tahun 2010 dimana saya masih kuliah semester akhir di salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkenal di Yogyakarta. Seorang dengan lagak dan nada bos menelpon saya menanyakan masalah kalkun dan jumlah pemeliharaan kalkun. Retorika dan diksi-diksi kata yang dipilihnyapun bisa saya kirakan orang ini adalah negosiator ulung dan berpengalaman dalam berbisnis. Ada beberapa kata-kata bernada betawi yang seakan kalau dicerna dalam kesopanan jawa bisa dirasa kasar namun itulah “the art of negotiation” yang membuat lawan bicara seakan tak memiliki opsi kecuali opsi itu digiringnya oleh penutur untuk kita pilih. Tidak kehabisan akal, kemudian di akhir telpon saya menanyakan nama dia dan ternyata Faizal Motik. Begitu cuek saya, dan tak begitu memperhatikan karena nama itu tak terpampang dalam daretan nama artis Indonesia. Beberapa jam setelah saya di telpon oleh orang itu, saya merasakan penasaran yang berlebihan tentang hal tersebut kemudian saya iseng Googling dan mencantumkan no. HP di google. Jreng… ternyata nampak nama sepertinya populer dan nomor HP tersebut tercantum di salah satu list perusahaan dan lembaga yang terkenal. Kemudian pencarian dari sosok itu saya lanjutkan ke biografinya, ternyata adik Dewi motik itu masih keturunan HBR. Motik yang namanya diabadikan untuk nama jalan di Jakarta. Saya cuekin saja, toh semua orang itu kan sama ga ada bedanya kalaupun beli kalkun ya saya kasih harga sama ntah itu presiden kek, aparat kek atau kakek kakek kek.

Continue reading

Semiotika Qurban (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail)

Idul ‘Adha atau yang sering kita sebut Hari Raya Qurban itu menyimpan sejuta makna yang mendalam. Bila kita menilik historisnya, tertorehkan tinta emas yang terus berpendar sinarnya hingga sampa dan saat ini pun pengorbanan sejati yang Beliau Nabi Ismail AS baktikan kepada Ayahnya, Ibrahim AS atas perintah Allah SWT mereka lakukan dengan ikhlas. Secara semiotika, perintah berqurban itu disimbolan umat islam untuk menyembelih hewan-hewan qurban untuk dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya.

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Junjungan Nabi Besar muhammad SAW Bin Abdullah yang sanad/ garis keturunanya sambung menyambunglah kepada Nabi Ismail AS kemudian ke Ibrahim AS. Sehingga beliau Nabi kita, Muhammad SAW terlahir dari seorang yang shaleh, berbakti kepada Ayahnya dan tidak diragukan lagi tingkat dan kualitas ketakwaanya pada Allah swt untuk menyerahkan segala jiwa dan raganya sehingga Nabi Muhammad SAW dikenal lahir dari keturunan bani Ismail (keturunan dari Ismail AS). Tidak diragukan lagi kwalitas ketakwaan Nabi Ismail AS, kebaktiannya dan nilai pengorbananya diabadikan dalam hari Idul qurban yang dikenal dalam masyarakan islam untuk melakukan Ibadah qurban dalam bentuk simbolis (penyembelihan hewan qurban). Atau hari idul Adha ini sering dikenal dengan lebaran haji dikarenakan simbol-simbol dan semiotika yang dicontohkan Ibrahim dan Ismail mereka tiru agar jiwa qurban dan haji yang diajarkan nabi itu terus melekat pada jiwa jemaah haji secara lahir dan batin Continue reading

“kluk..klukk..klukkk” Suara kalkun menggema di area kilang LNG Bontang

Mendengar suara kalkun di kandang atau mendengar suaranya di pasar mungkin ini sudah biasa namun mendengar suara kalkun dan melihatnya di Area Kilang tentunya itu suatu hal yang aneh. Suara kalkun itu nampak jelas berada di perumahan PC-5 Zone 3 PT. Badak NGL, Bontang kalimantan Timur. Pertanyaanya siapa yang memilikinya dan yang membawa hewan itu sampai hidup di Pulau Katulistiwa itu. Sungguh saya terheran-heran menyaksikan fenomena ini. Ternyata ada kalkuner yang beternak kalkun di Zona Kilang Baagian luar (Perumahan) itu. Entah kemungkinan ada pegawai PT. Badak NGL Pertamina yang mengimport dari Jawa ke kalimantan Timur itu.

Sebelum penulis bercerita banyak tentang kalkun di Kalimantan Timur, Saya akan diskripsikan tentang Zona kilang atau daerah yang paling steril yang dijaga oleh Security itu. PT. Badak NGL ( Natural Gas Liquifaction) adalah Perusahaan Gas Cair terbesar Di Dunia. Saham Perusahaan Tersebut lebih dari 50 % dimiliki Oleh Pertamina dan selebihnya dimilikki oleh perusahaan multi nasional seperti VICO, Total dll. PT Badak NGL selama lebih dari 33 tahun telah memberikan kontribusi yang cukup besar di perindustrian gas internasional sehingga PT Badak NGL dikenal sebagai perusahaan Operating Organization profesional yang terpercaya dan dapat diandalkan. Di area PT. Badak NGL dibagi menjadi 3 area Kilang. Zona III, Adalah area diamana terdapat tanah dan perumahan milik perusahaan tersebut adapun perumahan tersebut paling luar adalah HOP ( House of Pertamina) dan bagian dalamnya PC. Diare zona III dijaga security HOP di bagian pos pintu masuknya dan diperbolehkan memakai kendaraan umum dengan wajib helm dan bersabuk pengaman apabila memakai mobil. Diperbolehkan juga merokok, membawa korek api, menyalakan kompor dan beraktifitas selayaknya manusia pada umumnya. Zona II, adalah zona yang lebih ketat lagi dimana disana terdapat beberapa bangunan perkantoran PT. Badak meliputi Logistic, Warehouse, SE&C ( Fiberglass), Gedung Putih, SHE Q, dll di daerah itu kendaraan yang beroperasi harus menggunakan sticker yang dilegitimasi oleh PT. Badak NGL. Aktifitas di Zone II sangat terpantau oleh CCTV maupun speeding camera yang bisa mencatat kecepatan kendaraan di zona tersebut sedangkan aturan kecepatan di PT. Bdak NGL tidak boleh melebihi 30 km/jam. Sangat wajar apabila pengendara tiba-tiba distop dan digiring security untuk dimintai STNK, SIM, KTP dan ditanya dari instansi/perusahaan mana serta diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Di sona tersebutlah apabila masuk anda harus melapor mengajukan permit sbg visitor. Zona I, di Zona ini tidak sembarang orang bisa memasukinya. Apabila tidak ada yang berkepentingan dalam proses produksi, maintenance dan operation maka anda tidak akan diijinkan masuk. Di daerah ini sangat steril untuk dapat masuk harus mengikuti serangkaian test yang harus discreening dan dtest ideology dan bebas dari terorism. Setelah lolos barulah orang tersebut menerima badge untuk bisa memasuki area kilang tersebut dengan sangat ketat dan penuh pengawalan. Continue reading

Bisnis Kalkun Yang Menggiurkan Siapa Saja

Menekuni bisnis kalkun bisa dikatakan gampang-gampang susah. Namun apabila anda mengetahui ilmunya pikiran pesimis tentang kendala atau susahnya beternak kalkun pastilah dikuasai. Kalkun di Indonesia menjadi sebuah hewan yang memiliki keunikan tersendiri baik dari segi trend maupun segi komersialnya. Sebut saja hewan unik pencetak rupiah ini bisa dibilang paling memiliki nilai komersial yang tinggi misalnya saja anda memiliki sepasang kalkun usia produktif dan berhasil menetas minimal 10 anakan kalkun, sementara harga anakan kalkun di pasaran internet rata-rata Rp 35.000,-/ekor apabila anda berinvestasi sepasang kalkun indukan itu dengan hanya menunggu 1 bulan saja nilai BEP (Break event point) sudah bisa tercover, katakanlah harga umur 1 bulan anakan Rp. 75.000,-/ekor. Artinya dengan hanya menunggu telur kalkun dierami atau ditetaskan dengan mesin 1 periode tetas kemudian anda memeliharanya 1 bulan anda sudah bisa balik modal. Pertanyaannya bagaimana bila anda memelihara pupuhan, ratusan bahkan ribuan ekor induk kalkun. Ya siap-siaplah anda menanggung resiko. Ya, resiko yang paling berbahaya adalah resiko kaya. Continue reading